Selasa, 15 April 2008

hidup bukan permainan

HIDUP BUKAN MAIN DAN BUKAN PERMAINAN
KARENA HIDUP ADALAH PILIHAN

Bruce Barton menuturkan, “entah baik atau buruk, percakapan anda alalah iklan anda. Setiap kali anda buka mulut, anda biarkan orang lain melihat anda.tutuplah mulut mu maka orang tak tahu seberapa tidak tahunya kamu, bukalah mulut mu maka mereka takkan meragukan ketidak tahuan mu.”
Perlu juga kita ingat bahwa kata-kata yang didengar akan masuk dalam ingatan jangka pendek (short time memory ) dan jika selalu diulang akan masuk dalam ingatan jangka panjang (long time memorry ) jika ini menjadi kebiasaan ,maka bunyi yang didengar akan masuk kedalam alam bawah sadar dan ini sulit sekali untuk hilang. Makanya kita harus berhati-hati untuk bertutur, bersenda gurau atau melecehkan orang lain.
Contoh,orng tua yang selalu mengatakan anaknya “bodoh’ ini akan berdampak pada sikap anak khususnya dalam memandang dirinya dan ini sangat mempengaruhi konsep diri anak tersebut terutama dalam pandangnya terhadap orang tua dan sebaliknya jika orag tua selalu memberikan pujian, senyum yang positif maka si anak akan mengekspplorasi dirinya. Untuk itu hidup adalah pilihan mana yang terbaik untuk dipilih.
Parlindungan marpaung mengatakan dalam konsep hubungan antar manusia dikenal dengan konsep 3P Permainan, Persetujuan dan Penghargaan. Kita akn menyadari otensi yang ada dalam dinya kita jika lingkungan kita memerima keberadaan kita.
Orang yang dipidana, narkoba, pemerkosaan, koruptor, pencuri selalu divonis orang yang tidak baik, lingkungan tidak menerimanya. Menerima seseorang berarti menerima apa adnya. Layaknya sang pencipta menerima kedatangan hambanya dalam doa-doa dan ibadahnya, kalau sang kkhaliq mau menerima taubat-taubat sang penjahat sekalipun, mengapa manusia begitu mudah memberi vonis seumur hidup yang dapat menghancurkan kehidupan dan melunturkan masa depan seseorang. Terimalah orang lain dimulai dari penerimaan diri sendiri artinya sesuai dengan konsep Psikologi yaitu “ memanusiakan manusia”.
Persetujuan, kesulitan seseorang adalah menyetujui pendapat orang lain, karena kita cendrung ingi disetujui pendapat kita cobalah untuk menerima denggan sama-sam emmecahkan permasalahannya.
Pada dasarnya setiap orang ingin dihargai, dihormati dan dipahami jika ini bisa kita lakukan maka konplik akan bisa diminalisir, solusi cepat tercapai dan terjadinya pematangan emosional, serta terbangunya komukasi yang harmonis.
Mendengarkan berbeda dengan mendengar, penelitian menunjukkan bahwa 90% waktu dalam sehari habis untuk menulis 16% untuk membaca 30% untuk berbicara dan 45 % habis untuk mendengarkan.
Mendengarkan merupakan upaya proaktif dari seseorang dengan melibatkan totalitas dirinya untuk menyimak pembicaraan orang lain. Sedangkan mendengar merupakan aktifitas sekilas tentang bagaimana dia merespon pembicaraan orang lain.
Allah menciptakan dua telinga satu mulut dengan maksud supaya manusia bisa dua kali lebih banyak mendengarkan dari pada berbicara.
Jika bibir tidak mau salah berucap maka perhatikan hal berikut kata Parlindungan Marpaung penulis “ setengah isi setengah kosong”,

 Kepada siapa anda berbicara;
 Tentang siapa yang anda bicarakan
 Bagaimana
 Kapan; dan
 Dimana.

Tidak ada komentar: